Joint ClubCooee:

Club Cooee

Sabtu, 18 September 2010

penjaga



Anjing besar itu dulu dengan angkuh berdiri tegak di pagar rumah besar..setiap aku lewat dia memandangku curiga dan kadang tidak perduli, tuannya adalah kepala Polisi mexico yang menurut desas desus terlibat permainan kotor dengan gembong narkoba kleompok Escobar. Aku hanya bekerja area sini, instalasi pipa minyak, tidak terasa sudah tiga tahun berjalan.
Selama tiga tahun aku selalu melihat anjing itu, bangga, angkuh..kadang aku berfikir anjing ini seharga seekor harder jerman yang bagus. Aku bisa melihat anjing2 gelendangan yang kecil2 segan untuk walau hanya untuk mendekati pagar rumah besar dan mewah itu

Malam tiba2 sirine berbuyi panjang, aku bangkit dari tempat tidur di lantai 3 dan mengintip dari jendela..begitu ramainya orang dan suara benturan benda yang sekali sekali di sertai bunyi ledakan dan teriakan2. Maria pengurus apartemen berlari naik tangga dan berteriak ketakutan.
"Tuan harus segera pergi..tuan di jemput serdadu pengawal perusahaan tuan" teriaknya panik.
aku masih melihat keluar jendela dan mulai mencari pakaian dan celana ..Maria berteriak :Cepat, tuan!

Aku berlari turun kebawah di depan pintu mobil militer telah bersisi pekerja2 ahli yang akan di ungsikan. aku di bantu menaiki truk itu dan melihat kilatan menyilaukan rumah itu terbakar!! Apakah yang terjadi, aku bertanya tanya. Semua orang tertuju pada masalah di rumah besar yang kelihatannya sedang di serang massa.

Kami sampai di kedutaan yang di kawal ketat. Diumumkan kami tidak akan kemana mana sampai situasi pulih.

Dua minggu setelah itu kami di tugaskan sebagai tim untuk kembali kesana, aku telah menolak untuk dikembalikan ke negaraku. Aku melihat rumah itu masih puing2..dijalan besar kenderaan berlalu lalang seolah olah tidak pernah ada kejadian apa2..sebagai orang yg suka menulis walau amatir, aku tertarik mencari tahu..tidak kepada pemilik rumah yang korup yang sekarang entah masih hidup atau telah mati..aku teringat anjing itu..dimana dia sekarang?

Baru saja pertanyaan itu terbersit, anjing itu muncul diantara puing.
Sejak itu aku sering mengamatinya, badannya mulai kurus dan kotor, tapi dia masih punya kebanggaan diri..beberapa anjing kampung yang mencoba masuk wilayahnya di usir dengan salaknya yang lantang..
Hingga suatu hari aku melihat anjing itu terpaksa keluar dari wilayah kekuasaannya..karena harus mencari makanan, tampaknya dia harus berjuang keras mencari sisa2 makanan di tong sampah mexico..bukan hanya harus bersaing dengan anjing anjing kecil yg berkeliaran, bahkan juga dengan gelandangan malam yang tidak segan segan memukulnya dengan pentungan..biasanya dia akan melawan dengan gagah. Tapi hari ini adalah batas janjinya..ketika dia terluka digigit dan dikeroyok oleh anjing anjing kampung yang marah..dia melengking pada waktu harus melarikan diri kebanggan dirinya sepertinya telah hancur pada saat harus melarikan diri dan dikejar oleh segerombolan anjing anjing dan dia berlari kepuing puing rumah bekas majikannya bertekad mempertahankan wilayahnya itu.

Aku tidak dapat mencampuri drama alam ini, aku menyaksikan ketika anjing anjing kecil kotor itu sampai kewilayah kekuasaannya, kebanggan dirinya bangkit lagi dia melawan untuk mempertahankan wilayahnya, perkelahian berlanjut dengan riuh, setengah jam kemudian dia mulai lemah gigitan dan cakaran menghunjam di kulitnya..dan aku tak perlu tahu lagi akhir cerita si anjing penjaga lagi..dia semakin lemah pada waktu aku meninggalkan tempat itu...
Dia telah berusaha dan hanya itu yang kudapatkan sbg pelajaran..

Father



di pelantar toko2 tua aku memperhatikan cewek2 berjalan cepet aku sempat menghentikan langkahku di bangku kayu oak, mmmm...cewek..latin..pirang..mata sejuk bening seperti batu jade..tiba2 aku di kejutkan oleh seorang gelendangan tua..rusaklah perasaan romatisku! he he he ....

Di ujung jalan ada toko dan pintunya tertulis "open" warnanya silver ada papan tulisan advertisine dan alamat..ada beberapa orang terlihat belanja sedang rapat sekali ke kasir..hmm..ini toko makanan pamannya Mellysa...aku tidak ragu melangkah karena didalam pasti akan hangat..


Sebelum mendorong pintu, seseorang mengenaliku dan teriak, "Phil!!!oh sayang akhirnya kamu datang anakku" berusia 41 tahun itu tantenya Mellysa, wanita perancis berdarah spanyol, mengahambur dan menjinjit memelukku, memegang dan mencium belakang kepalaku hangat.."oui tante,,this is me" (lol), dia memeberikan instruksi pada pelayan toko sambil membawaku masuk keruang dalam dekat perapian.

Aku gak pernah ketemu Caroline sejak itu, kami hanya menelpon, jikapun aku ke Kanada, aku tidak mampir ke alaska lagi..sekarang aku merindukan kehangatan keluarga..keluarga yang utuh...aku tidak harus berjalan sendirian di avenue park..di trotoar di musim semi yang indah..aku bisa makan malam menikmati masakan Caroline atau mendengarkan Karl (pamanku) bercerita petualangan masa mudanya dengan bangga.

Aku bisa saja pergi ke Lebanon, aku bisa ikut acara keluarga dan mengadakan ritual keluarga..tapi aku gak bisa melupakan kehangatan keluarga Mellysa..aku benar2 memuji mereka dengan tulus..mereka bukan keluargaku, tapi mereka tulus kepadaku.


kadang aku rindu pada anjing pudel yang di berikan Mellysa, anjing itu agak ribet ngasih makannya..gara2 terbiasa manja sama mellysa dia meringkik halus di depan pintu kamarku karena kedinginan atau kelaparan..terakhir aku biarkan dia di bawa pulang karena aku sering lalai dan membiarkan dia kelaparan..setiap kali aku datang ke rumah orang tua Mellysa di Brisbane avenue, si pudel yang menyambutku gembira..ternyata bukan hanya aku, dia juga rindu padaku, lol....mellysa sering mengeluh..aku lebih perhatian sama si Pudel daripada dia (lebayyy).


Disela sela2 kesendirianku terbenam dalam pekerjaan, aku meluangkan sedikit waktu ke kafe, dulu aku minum clasberg, merokok marlboro...aku gak begitu banyak bergaul..teman2ku dapat di hitung jari..aku pergi mengejar semua tempat pekerjaan hingga nexico yang berbahaya..dan aku selalu ke kafe membawa notebook, membaca di internet..chatting,,,minum merokok..Bapakku sering melihat aku dengan perasaan bersalah...suatu hari dia datang di kafe yang sama dan menuangkan bir ke gelasku..wajahnya kusut dengan matanya yang pucat ke biru biruan dia memandangku sambil berkata: Mereka mengirimku ke Eropa lagi.



"Lalu seperti biasa kamu akan pergi, Patrick" kataku sambil tersenyum "Dan itu hal yang sangat biasa, bukan?" tambahku lagi.

Dia menyorongkan tangan dan memegang pundakku, lebih tepatnya meremasnya...dia tentu berpikir aku tidak pernah dapat melepaskan kebencianku.

"Phil, saya sayang kamu" dia berdiri dan melepakan tangannya dari pundakku" Oh ya semua rencana kamu saya sokong..serius...tidak ada lagi protes......"



Aku meletakkan gelas bir: "Terimakasih, Patrick" kataku hambar.


Dia membalikan badan meninggallkan duaratus Dollar di meja buat bayar minuman kami...aku memandang sampai punggungya lenyap di luar sana..ada hampa dalam hatiku seperti sesuatu yang terlepas..dia bagian hidupku..lalu kenapa kami tidak bisa berdamai selama itu?

Apakah dua lelaki memang selalu berseteru?



Aku juga menyayanginya karena dia Ayahku

Adilkah jika aku membencinya karena ibuku?

Dianette



Bagai duri duri, belukar besi bekas di las, dan sampah berserakan di jalan lorong, dengan langkah kaki terburu buru aku melewatinya, pintu pintu berbentuk square, kusam namun tua dan kokoh warnanya tidak pernah terhapus dari ingatanku, bukan ingatan yang menyenangkan, dan bangku penuh coretan aksara latin..dimana di dinding yang masih baruang ada kaligrafi seperti curahan hati anak2 muda yang tidak habis..dari generasi dulu.
Dan aku sampai di ruang berpintu besar, bingkai pintunya dari kayu oak ada gagang yang segera kupegang, aku menoleh kebeberapa wajah dingin prempuan jalang, dan pintu terdorong..aku masuk..mendekat ke tempat gelap..ku raba dinding kutekan stokontak..lampu menyala Dianette menyembunyikan wajah sambil memeluk lututnya duduk di lantai. Kulit hitam khas astro afrikanya berkeringat..rambut keriting itu bergoncang goncang..
Aku membungkuk mencoba menyentuhnya.tapi aku ragu..harus berkata apa..aku menyebut nama kecilnya pelan. Aphrodite.
-Pergilah aku gak butuh kasihan kalian semua isaknya
aku berdiri: baik aku akan pergi, aku akan mencarinya untukmu kataku tegas
dia mengangkat wajah dan menggelengkan kepala, air matanya mengalir hingga ke pipi, begitu naif ketika kulihat perona merah pipinya luntur oleh karenanya.
-jangan lakukan itu, Phil...aku hanya minta tolong kamu menghubungi Bibi di Manhattan.

Dianette telah lama menghuni lokasi itu, dia meninggalkan Manhattan menjadi pelacur murahan tidaklah mudah bagi seorang gadis berkulit hitam, kami berteman karena kami pernah sama sama bersekolah di sekolahnya anak anak nakal..hari ini dia menghubungi aku..dia di perkosa oleh kekasihnya sendiri yang kemudian kabur membawa segala miliknya.

Akhirnya aku berhasil membujuknya pergi, membantunya berdiri dan melakukan perjalanan dengan mobil yang baru aku sewa di Detroit.
Sepanjang perjalanan ke Detroit aku sesekali meliriknya dengan kuatir
Diannete kemudian ikut berimigrasi ke Australia dan sekarang telah menikah dengan seorang lelaki muslim maroko di usia ke 18.(dia telah menjalani prostitusi pada usia 15)

Hidup ini tidaklah mudah di jalani karena kita tidak pernah tahu apa yang kita dapatkan pada keesokan harinya, tetapi lebih tidak mudah menerima kehidupan ketika kita sudah tau tentang apa yang bakal terjadi kepada diri kita...

Serigala yang melolong



Dengan moncongnya dia menggit, mengoyak anak musang itu, ibu yang tidak berdaya menyaksikan drama di depan mata berlari bersama naluri penuh kesedihan
Alam yang kejam, malam di tanah beraroma darah segerombolan serigala memakan anaknya
sisa anak2nya gemetar dalam dekapan, wahai alam yang kejam dan mata2 yang menembus gelap malam.
Jika siang datang kami semua berada dibawah matahari, stepa bergelombang, berlari dan melupakan semua luka kesedihan, jika angin tertawa dan matahari tertawa mengapa kami tidak bisa tersenyum?
induk srigala menggeliat diantara anak2nya yang menikamati darah dan daging penyambung kehidupan
Alam tempat kami bertanya, tiada siapa yang jahat disini..kepada pemburu yang yang membunuh kami, lalu dengan apakah kami dapat bertahan hidup?
Jika siang berakhir dan perjuangan mulai lagi, bukannya kami tidak bertaruh dengan kematian, dalam ketiadaan pilihan.
Dan kami melihat serigala naik merangkak keatas bukit mengejar rembulan
lolongan panjang itu bergema bagai tarian, mengheningkan kebisingan di rimba...

Senyum



Ayah memandangku tajam
Aku yang masih kecil tertunduk, kertas kertas stencil berserak dilantai
jendela terbuka, daunnya menari bersama gorden biru, angin memburu rambut pirangku
kamu belum mengerti betapa susahnya Ayah memulai semua ini, dan kamu seharusnya tau akan menjadi apa kelak

aku membisu meremas tangan kecilku, ibu dimanakah anda? saat seperti ini
aku butuh perlindungan, saat dunia dan tuhan menghukum aku, kepada siapakah aku berdoa?
Dan malamnya aku tertidur sendirian di kamar besar menakutkan..tanpa pengasuh
dan paginya aku duduk dibelakang ayah yang menyetir dengan seat belt melilit tubuhku
dia mengangkat tubuhku di depan sekolah
dia menatap mataku dengan tatapan menuntut, dia tahu segalanya, dan aku takut
takut pada kehidupan ini

Dan dengan langkah kecil aku masuk kedalam kelas di bimbing seorang guru
duduk di bangku mnghadap papan tulis
pikiranku tidak disana, pikiranku pada malam penuh bintang dan ibu terduduk menangis sambil memeluk kaki ayah.
sapaan guru mengejutkan aku dia mengambil kertas coretanku dengan senyum sabar tapi kecewa, dia melihat lukisanku tentang rumah dan seorang anak di dalam gulita
dia tidak mengerti arti coretan itu, dan aku tidak mengerti mengapa aku bisa mencoret seperti itu.
ibu guru mendekatkan wajahnya dan menatap wajahku prihatin, apakah kamu baik baik saja? tanyanya aku mengangguk,
mengapa kamu tidak pernah menjawab dengan suara selain mengangguk dan menggeleng? tanyanya lagi...aku balas memandang matanya..dan pandangan mataku selalu membuatnya terpesona, hingga dia berkata oke sayang dan mengelus kepalaku.

MALAM




Malamku bermimpi, malamku berjanji, malamku sendiri
Kusadar hanya sepi yang kusuka dan pergilah tanpa beban dosa
Jika engkau yang menentukan janjiku sampai, janji kita
Berpisah jua dipersimpangan jalan, tak ada lagi sedih itu
dan segenggam bunga tulip jatuh ke tanah terinjak..dan angin menghembuslah

Atau aku yang akan ucapkan berpura pura tidak terluka
dan agar kau tidak lihat mata ini yang tertutup topi hitam
hanya gamis, hanya tongkat dan payung penahan gerimis
dan tak lagi berharap jika cinta kasih hanya menimpakan duka
malamku bermimpi, malamku terjaga, kubayar tunai segala janji
dengan luka...

Hidup




Hidup terasa abadi, saat orang yang terkasih disini, disimu memelukmu
Hidup terasa lama pad saat kamu pergi dan aku menanti tanpa harapan
Hidup terasa sebentar ketika ku sadar telah sampai di ujung jalan
seperti daun daun yang di hembus angin lalu angin berhenti bertiup
warnyanya menguning di dahan, walau pagi masih menyisakan embun
dia hanya menanti gugur
berserakan, bertaburan di jalanan

Hidup adalah anugerah, hidup adalah berkah, hidup terasa bermakna
ketika sepi menjauh dan senyum menghias bibir, biarpun nanti keriput kulitku
tidak aku keberatan menjadi tua
aku akan tetap menggenggam tanganmu kekasih, aku akan tetap menjunjung tinggi janji
Aku tidak akan mengiri untuk kembali, buat apalagi masa lalu
kita sudah memilikinya...

Jumat, 17 September 2010

Buang Aplikasi Spam di Facebook



Mungkin kamu bertanya tanya kenapa tiba tiba ada yang "menggunakan" wall kamu untuk promosi segala macam, mungkin teman2 ada yang jengkel banget sama aplikasi2 ini..menyesal knapa kemaren menggunakannya, dan sekarang kayak tuyul terus membuntuti kamu...kkk kk..Apa seh penyebabnya dan berbahayakah?

Waktu itu kamu tertarik pada suatu aplikasi yang di gunakan teman, apalagi klo teman dekat dan kamu sukai..kamu ikutin karena panasaran, gimana seh hasilnya kalau aku yang gunakan aplikasi itu, feel much better lah...dan terjadilah aplikasi itu nempel terus di wall kamu..padahal kamu kan niatnya cuma buat sekali pake.

Kamu lupa, ya waktu pertama klik, si aplikasi minta izin access account kamu? Kamu di kasi pilihan "Accept atau "Unaccept" (menerima syarat atau gak menerima syarat) ..Tapi kamu pilih juga yang Accept..ya gak salahkan "si applikasi" kalau dia punya hak access, dan hak administrasi? (Bagi yang sering ngehack dan mainin aplikasi trojan dan utak atik databasenya faham benar risiko ini :).

di facebook kita sadar dan gak sadar sering memakai bermacam macam aplikasi, ada aplikasi Fun berupa games, gift dan ada juga horoskop. Apa gak bosen tiap hari di ramal??? wkkkk...

Aku mau to the point aja sama beberapa teman, beberapa aplikasi bandel ini di tudingkan diantaranya kepada:


-Lima calon Pacar untukmu

-Fengshui Pekerjaan (misalnya: pekerjaan yang cocok buat Salden Velociraptor adalah Nelayan)

-Lihat Ramalan Pekerjaanmu

-Siapakah yang mengagumimu?


Sah sah saja untuk merasa nyaman atau tidak nyaman dengan sesuatu aplikasi, tapi gimana kalau ntar dia nampilin Lima Calon pacar di wall kamu dan orang lain membacanya terpingkal pingkal, karena yang dia sarankan sebagai pacar kamu adalah: abang/adik kamu sesama main di facebook, bahkan Bapak atau ibu kamu sendiri? Kamu gak akan berfikir aplikasi horoskop itu pintar2 amat, bukan?..malah konyol dan bodoh ha ha ha ha (udah ada yg ngeluh karena di tawarin abang kandung sebagai calon pacar yg terbaik buatnya ha ha ha)


Untuk membuang aplikasi ini ikuti intruksi dari teman kamu udi Philip parodi yang cakep ini:

1. Klik account sebelah kanan jendela facebook atas, pilih privacy setting

2. Pilih Application and Websites klik Edit Your Settings

3. Kemudian akan muncul tampilan ada dua pilihan di bawah icon icon gambar yakni: Remove Unwanted or Spammy applications atau Turn off all platform applications (aku saranin pilih yang remove unwanted..)

4. lalu muncul jendela atau kotak dialog, kamu tinggal contengin semua applikasi2 spam tadi....



Duh sederhana kali caranya buat melindungi kalian semua dari aplikasi2 spam..makasi facebook..makasi udi..cieeeee.....

Rabu, 15 September 2010

KOTA MIMPI




Berkabut, pepohonan berdiri beku, mengembun, aku berjalan di jalan setapak yang membentuk belokan berbentuk square menuju bangunan model abad pertengahan dan ini sudah tinggi sekali. Agak berdebar jantungku..sebentar lagi bertemu Igleaseas, dia sepupuku, usianya juga sebaya, dia buta, kecelakaan dua tahun lalu..
Aku melangkah dan memegang handle pintu, dan mecari bel yang letaknya disamping kiri..aku menunggu seorang prempuan muda membuka pintu.. wajahnya pucat.
"Phil" ucapku agar dia paling tidak mengenal atau mengingat seseorang.Dan aku mencoba tersenyum
Dia tidak membalas senyumanku, matanya yang bulat dan besar menyelidik, mata kami bertemu, terasa asing satu sama lain.
"well, boleh aku masuk? aku mau bertemu illy" desakku, dia melepaskan rantai pintu dan membukanya lebar sehingga aku masuk melewatinya, setelah menutup pintu dia bergegas mendahuluiku dengan maksud memanduku ke sebuah ruangan.

"Tunggu disini" katanya
Aku mengangguk dan berkeliling dinding melihat photo photo pajangan, matakau terpaku pada dinding dekat jam kuno..aku mendekat, jantungku berdebar..gambar wanita dan dua orang anak laki laki kecil, dua wajah yang terpatri kuat dalam benak pikiranku.
Sebelum aku hanyut pada pikiran itu...aku mendengar seseorang datang di belakangku. akub berbalik.

"Illy.." gumamku
"Phil..ini aku selamat datang" dia merentangkan tangan..seorang muda belia, tampan stelan khas jas hitam, buta dan tongkat aku memeluknya dengan haru..
(Bersambung)