Joint ClubCooee:

Club Cooee

Sabtu, 18 September 2010

Serigala yang melolong



Dengan moncongnya dia menggit, mengoyak anak musang itu, ibu yang tidak berdaya menyaksikan drama di depan mata berlari bersama naluri penuh kesedihan
Alam yang kejam, malam di tanah beraroma darah segerombolan serigala memakan anaknya
sisa anak2nya gemetar dalam dekapan, wahai alam yang kejam dan mata2 yang menembus gelap malam.
Jika siang datang kami semua berada dibawah matahari, stepa bergelombang, berlari dan melupakan semua luka kesedihan, jika angin tertawa dan matahari tertawa mengapa kami tidak bisa tersenyum?
induk srigala menggeliat diantara anak2nya yang menikamati darah dan daging penyambung kehidupan
Alam tempat kami bertanya, tiada siapa yang jahat disini..kepada pemburu yang yang membunuh kami, lalu dengan apakah kami dapat bertahan hidup?
Jika siang berakhir dan perjuangan mulai lagi, bukannya kami tidak bertaruh dengan kematian, dalam ketiadaan pilihan.
Dan kami melihat serigala naik merangkak keatas bukit mengejar rembulan
lolongan panjang itu bergema bagai tarian, mengheningkan kebisingan di rimba...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar