Joint ClubCooee:

Club Cooee

Sabtu, 18 September 2010

Father



di pelantar toko2 tua aku memperhatikan cewek2 berjalan cepet aku sempat menghentikan langkahku di bangku kayu oak, mmmm...cewek..latin..pirang..mata sejuk bening seperti batu jade..tiba2 aku di kejutkan oleh seorang gelendangan tua..rusaklah perasaan romatisku! he he he ....

Di ujung jalan ada toko dan pintunya tertulis "open" warnanya silver ada papan tulisan advertisine dan alamat..ada beberapa orang terlihat belanja sedang rapat sekali ke kasir..hmm..ini toko makanan pamannya Mellysa...aku tidak ragu melangkah karena didalam pasti akan hangat..


Sebelum mendorong pintu, seseorang mengenaliku dan teriak, "Phil!!!oh sayang akhirnya kamu datang anakku" berusia 41 tahun itu tantenya Mellysa, wanita perancis berdarah spanyol, mengahambur dan menjinjit memelukku, memegang dan mencium belakang kepalaku hangat.."oui tante,,this is me" (lol), dia memeberikan instruksi pada pelayan toko sambil membawaku masuk keruang dalam dekat perapian.

Aku gak pernah ketemu Caroline sejak itu, kami hanya menelpon, jikapun aku ke Kanada, aku tidak mampir ke alaska lagi..sekarang aku merindukan kehangatan keluarga..keluarga yang utuh...aku tidak harus berjalan sendirian di avenue park..di trotoar di musim semi yang indah..aku bisa makan malam menikmati masakan Caroline atau mendengarkan Karl (pamanku) bercerita petualangan masa mudanya dengan bangga.

Aku bisa saja pergi ke Lebanon, aku bisa ikut acara keluarga dan mengadakan ritual keluarga..tapi aku gak bisa melupakan kehangatan keluarga Mellysa..aku benar2 memuji mereka dengan tulus..mereka bukan keluargaku, tapi mereka tulus kepadaku.


kadang aku rindu pada anjing pudel yang di berikan Mellysa, anjing itu agak ribet ngasih makannya..gara2 terbiasa manja sama mellysa dia meringkik halus di depan pintu kamarku karena kedinginan atau kelaparan..terakhir aku biarkan dia di bawa pulang karena aku sering lalai dan membiarkan dia kelaparan..setiap kali aku datang ke rumah orang tua Mellysa di Brisbane avenue, si pudel yang menyambutku gembira..ternyata bukan hanya aku, dia juga rindu padaku, lol....mellysa sering mengeluh..aku lebih perhatian sama si Pudel daripada dia (lebayyy).


Disela sela2 kesendirianku terbenam dalam pekerjaan, aku meluangkan sedikit waktu ke kafe, dulu aku minum clasberg, merokok marlboro...aku gak begitu banyak bergaul..teman2ku dapat di hitung jari..aku pergi mengejar semua tempat pekerjaan hingga nexico yang berbahaya..dan aku selalu ke kafe membawa notebook, membaca di internet..chatting,,,minum merokok..Bapakku sering melihat aku dengan perasaan bersalah...suatu hari dia datang di kafe yang sama dan menuangkan bir ke gelasku..wajahnya kusut dengan matanya yang pucat ke biru biruan dia memandangku sambil berkata: Mereka mengirimku ke Eropa lagi.



"Lalu seperti biasa kamu akan pergi, Patrick" kataku sambil tersenyum "Dan itu hal yang sangat biasa, bukan?" tambahku lagi.

Dia menyorongkan tangan dan memegang pundakku, lebih tepatnya meremasnya...dia tentu berpikir aku tidak pernah dapat melepaskan kebencianku.

"Phil, saya sayang kamu" dia berdiri dan melepakan tangannya dari pundakku" Oh ya semua rencana kamu saya sokong..serius...tidak ada lagi protes......"



Aku meletakkan gelas bir: "Terimakasih, Patrick" kataku hambar.


Dia membalikan badan meninggallkan duaratus Dollar di meja buat bayar minuman kami...aku memandang sampai punggungya lenyap di luar sana..ada hampa dalam hatiku seperti sesuatu yang terlepas..dia bagian hidupku..lalu kenapa kami tidak bisa berdamai selama itu?

Apakah dua lelaki memang selalu berseteru?



Aku juga menyayanginya karena dia Ayahku

Adilkah jika aku membencinya karena ibuku?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar