Pertanyaan besar dengan jawaban amat terbatas...tapi mengapa kita butuh jawaban? Memahami segala sesuatu adalah kodrat kita dan jika itu "dosa" maka penyebab terciptanya makhluk yang selalu ingin tahu ini telah melakukan kesalahan karena telah menciptakan kita, tetapi "Naluri" penciptaan adalah mengejar kesempurnaannya dalam bentuk apapun..jujur saja kita dapat melihat gejela gejela "menuju kepada kesempurnaan" itu di alam semesta ini..termasuk kebebasan berfikir sebagai modal untuk menyingkap rahasia Penciptaan...apakah kita percaya ada hal yang dapat menahan itu di masa masa akan datang? Siapa yang dapat menahan hidup dan tumbuh makhluk hidup kecuali melenyapkannya dengan kekuatan yang sangat besar? Mengapa sekarang kita manusia terkesan, "dibiarkan mengatasi masalahnya" sendiri?
Jawabannya: Tidak mungkin, kecuali kita semua lebur lalu lenyap dalam ketiadaan!
Ruang hancur, waktu mengamuk di luar Hukum matimatis, materi bercerai berai, terjadi ke kacauan materi, cahaya merebak bersama ledakan, meyebar dan melemah lalau meredup. Semua berada dalam KETIADAAN.
Tidak ada lagi sejarah, tidak ada lagi segalanya..Tiada lagi yang perlu mengetahui eksistensi Penciptaan, tiada lagi yang perduli ..dan semua tidak diperlukan lagi: Termasuk Kesedihan, Penderitaan ataupun Kebahagiaan: Waktu tergulung bersama ruang dan materi: Pencipta termangu di hadapan CiptaanNya yang kehabisan daya...itulah bayangan yang paling sederhana.
Waktu adalah bilangan kecil dan besar tak terhingga tapi tetap dapat terpatok, ketika kita merencanakan sesuatu kita tetap bisa berada dalam satuan waktu yang kita inginkan, waktu seperti kolom tempat ketika menulis. Kita dapat memanfaatkan waktu di ruang yang sama..tetapi ketika kita ingin beralih ruang..kita harus melewati "jarak" yang juga tidak terhingga" kita menggunakan waktu dalam imajinasi kita ketika melewati ruang berjarak sepuluh mil misalnya.
A dapat melewati jarak 10 mil dalam 2 menit.
B mampu menempuhnya dalam waktu 1.5 menit
Harga tersebut harus ditebus dengan kecepatan materi dan kemampuan reaksi kimiawi.
Dus, Kita adalah materi, kita adalah ruang dan kita adalah waktu...Kesatuan yang sulit di jelaskan..tetapi di otak kita selalu ada penjelasan dan pemahaman yang tidak bisa sekedar diungkapkan oleh kata kata...
(bersambung)
Jawabannya: Tidak mungkin, kecuali kita semua lebur lalu lenyap dalam ketiadaan!
Ruang hancur, waktu mengamuk di luar Hukum matimatis, materi bercerai berai, terjadi ke kacauan materi, cahaya merebak bersama ledakan, meyebar dan melemah lalau meredup. Semua berada dalam KETIADAAN.
Tidak ada lagi sejarah, tidak ada lagi segalanya..Tiada lagi yang perlu mengetahui eksistensi Penciptaan, tiada lagi yang perduli ..dan semua tidak diperlukan lagi: Termasuk Kesedihan, Penderitaan ataupun Kebahagiaan: Waktu tergulung bersama ruang dan materi: Pencipta termangu di hadapan CiptaanNya yang kehabisan daya...itulah bayangan yang paling sederhana.
Waktu adalah bilangan kecil dan besar tak terhingga tapi tetap dapat terpatok, ketika kita merencanakan sesuatu kita tetap bisa berada dalam satuan waktu yang kita inginkan, waktu seperti kolom tempat ketika menulis. Kita dapat memanfaatkan waktu di ruang yang sama..tetapi ketika kita ingin beralih ruang..kita harus melewati "jarak" yang juga tidak terhingga" kita menggunakan waktu dalam imajinasi kita ketika melewati ruang berjarak sepuluh mil misalnya.
A dapat melewati jarak 10 mil dalam 2 menit.
B mampu menempuhnya dalam waktu 1.5 menit
Harga tersebut harus ditebus dengan kecepatan materi dan kemampuan reaksi kimiawi.
Dus, Kita adalah materi, kita adalah ruang dan kita adalah waktu...Kesatuan yang sulit di jelaskan..tetapi di otak kita selalu ada penjelasan dan pemahaman yang tidak bisa sekedar diungkapkan oleh kata kata...
(bersambung)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar