
Aku ingin mengakui bahwa aku tidak mengenalnya, konsensus yang aneh, karena aku tidak mengenalnya secara real, dan aku tidak ingin melanjutkan hubungan terlalu jauh dengan gadis itu aku mulai mengelak dan menjaga jarak. Kenalan di dunia Maya.
Perasaan membohongi dirimu semakin jauh, bahwa dia nyata, emosinya gambaran kata kata yang di ketiknya: Tertawa, bersedih, prihatin dan perhatiannya mendatangkan empati sekaligus simpati.
Dia beda, ya dia beda karena dia tidak bisa kusentuh, aku bahkan menolongnya suatu kali dengan pertolongan yang sebenarnya tidak seberapa, material dan moril..aku tidak mengerti mengapa aku membuang waktu dan pikiranku untuk teman chattingku.
Agatha mulai mencurigaiku, diam diam dia mendownload CC dengan berpura pura meminjam laptopku buat keperluan kuliahnya, sekali sekali dia menyindirku dengan mengatakan sesuatu yang tidak aku sukai kepada adik perempuanku:
"Phil sudah punya cewek baru, lol"
Tentu saja aku tidak berdiam diri ketika diserang, aku cukup egois untuk menghindari dari terpojok, atau aku terlalu munafik untuk berterus terang?
Adikku Drew bertanya: "Kamu tau siapa ceweknya?"
mellysa (Agatha) mencibir: "Bagaimana aku tau? ceweknya gak kliatan, lol"
Walau kata2 itu di pakai seperti bercanda, tapi ungkapannya cukup telak memukulku.
"Ceweknya gak kliatan? Emang hantu?" tanya Drew.
Ceweknya hanya dapat dirasa, ceweknya gak bisa disentuh, ceweknya bisa mengetikan kata-kata, ceweknya itu ada kalau laptopnya di idupin" tuturnya menoleh kepadaku dengan senyum penuh arti.
adikku mengernyitkan dahinya. Agatha terus nyerocos, aku hanya bisa memandangnya tidak senang.
Tapi cewek gak nyata selalu bisa tampil lebih pintar, lebih berpeluang menyembunyikan diri aslinya" dan dia bangkit mengambil ransel warna merahnya sementara Drew masih seperti berfikir dia mendekatinya.
"Sayang" katanya sambil mencium pipi Drew. "kamu juga bisa tanya pacarmu tentang hal ini"
"Agatha.."keluhku "Aku bisa menjelaskan, semua ini biasa saja..tidak ada yang berlebihan"
Dia berdiri di belakangku dan memegang kedua pundakku dari belakang.
"Phil," katanya "Memang gak ada yang berlebihan sekarang, tapi lihat aku dapat menyentuhmu dan kamu tidak dapat merasakannya lagi, sekjak kecil kita kenal dan hari demi hari kita tumbuh semakin berjauhan, aku tidak berhak mencampuri urusan pribadimu..tapi kita ada komitmen dan kamu berjanji dan berutang satu hal ketika kamu menjanjikan satu hal kepadaku..sesungguhnya bagiku bukanlah masalah..karena pada hakikatnya kamu telah berutang kepada dirimu sendiri, hutangmu semakin menumpuk, apalagi jika kamu berbohong"
Dan dia bergerak meninggalkan aku setelah menghunjamkan kata2 halus dan tajam itu dan mendekati Drew sambil mengucapkan salam pamit...
percakapan diatas terjadi setelah 7 bulan secara diam diam aku chatting di CC, salah seorang teman chattingku menelponku ketika teleponku tertinggal di Indonesia, Drew yang sudah mengerti mengangkat telepon dan mengaku sebagai isteriku. sesama cewek selalu lebih gampang bersekongkol.
Keduanya menyusulku ke Australia setengah bulan setelah itu..dan aku berusaha seolah olah masih berada di Indonesia buat teman teman chattingku...Agatha benar, aku mulai bertahan dengan kebohongan dan aku sadar bahwa aku semakin pintar dalam hal itu..kadang aku heran mengapa Agatha dan Drew tidak begitu tertarik kepada CC padahal Drew masih 19, dan Agatha 21..ternyata aku yang cowok lebih mudah lari dari kenyataan.
Aku telah berhubungan dengan "Pacar gelapku" di net..aku menghabiskan waktuku..aku kecanduan, pikirku
Sampai akhirnya aku memutuskan untuk kembali kedunia nyata, aku teringat masa masa indah bersama Agatha, masa kecil dulu aku pernah begitu dekat dengan Agatha, begitu tergantung kepadanya. Walau lebih muda dariku kadang aku merasa dia melindungiku seperti seorang ibu..aku begitu kehilangan sosok itu.
Aku bukan ibumu, katanya suatu hari, lihat mataku dan mata ibumu..kami beda..dia menatap mataku dengan mata birunya yang sebening kristal.
Aku ini adalah bidadarimu, katanya bercanda.
Dan aku selalu teringat, pada Ulang Tahunnya yang ke-17 dia pernah berbisik di telingaku: "Aku selalu berharap bisa menjadi lebih dari seorang Ibu bagimu"
Sampai hari ini aku masih belum percaya dengan apa yang telah aku lakukan, aku telah terbelah menjadi beberapa bagian..mulai kehilangan fokus dan keutuhan kepribadianku...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar